RSS

TEORI KRITIS DALAM PROGRAM TELEVISI DI INDONESIA

31 Mar

Latar Belakang

Setiap media massa mempunyai fungsi memberikan informasi/berita bagi seluruh khalayak. Televisi merupakan media massa elektronik yang paling banyak digemari masyarakat hingga sekarang. Dengan didukung gambar visual dan audio, membuat televisi dapat menyajikan konten-kontennya secara jelas dan dapat diterima dengan mudah oleh seluruh pemirsanya dari berbagai golongan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang haus akan berita, di negara ini berita sudah menjadi kebutuhan utama. Berita yang menjadi pusat informasi atas segala peristiwa atau fenomena yang terjadi merupakan suatu tontonan yang selalu dinanti oleh para pemirsa. Munculnya televisi-televisi swasta di Indonesia membawa pengaruh bagi para penikmat televisi, dengan adanya berbagai stasiun televisi swasta tersebut mereka dapat memilih program apa yang ingin mereka tonton pada saat itu. Penyajian informasi tentunya semakin luas, dan para jurnalis dari setiap stasiun televisi dituntut untuk semakin kreatif dalam membuat suatu berita demi menjaga kestabilan eksistensi dari masing-masing stasiun televisinya. Dengan adanya persaingan tersebut, sejumlah stasiun televisi mempunyai cara tersendiri dalam pengemasan beritanya, cara yang diberlakukan oleh sebagian besar stasiun televisi swasta adalah dengan model investigatif, menurut berbagai sumber yang telah saya pelajari selama saya duduk di bangku perkuliahan, berita dengan model investigatif ini merupakan berita yang menyajikan berbagai informasi kepada masyarakat secara mendalam. Informasi-informasi yang disajikan mencakup peristiwa yang akrab dengan kehidupan masyarakat luas, stasiun televisi biasanya menampilkan berita investigatif berhubungan dengan masalah aktual pada saat ini untuk menimbulkan rasa penasaran kepada para pemirsanya.

Pembahasan

Untuk tugas komunikasi massa kali ini, saya menggunakan teori kritis dalam menganalisis program televisi di Indonesia. Program yang saya maksudkan di sini adalah program investigasi yang seringkali disiarkan di stasiun-stasiun televisi swasta, seperti Trans TV, Trans 7, TV One, dan Metro TV. Salah satu fungsi dari televisi sebagai media massa elektronik adalah menyampaikan informasi, informasi yang disampaikan pada khalayak haruslah lengkap, riil, aktual dan mempunyai kedekatan terhadap para pemirsanya seperti yang terdapat pada unsur-unsur nilai berita. Apakah berita itu? Dari cetakan artikel yang saya dapat dalam mengikuti perkuliahan yang disusun oleh Ronny Hengst, beliau memparafrase makna berita dari Freda Morris (NBC) sebagai “sesuatu yang penting, baru saja terjadi, dan mempengaruhi kehidupan kita.” Sedangkan ia menyimpulkan sendiri bahwa berita adalah informasi aktual tentang fakta-fakta dan opini yang menarik perhatian orang.

Program acara televisi yang saya pilih untuk dianalisis kali ini adalah program Reportase Investigasi yang tayang di Trans Tv. Tayangan yang saya tonton terakhir kali pada Reportase Investigasi ini berjudul “Simsalabim: Daging Sisa Berubah Jadi Daging Segar” yang tayang pada beberapa minggu yang lalu. Bila kita lihat, kalimat yang dijadikan judul saja sudah menarik, kalimat judul di sini tidak menggunakan susunan kalimat baku yang membuat pemirsa merasa kaku dan sulit untuk memahami. Selain itu kasus yang diangkat sangat menarik karena mempunyai dampak bagi pemirsanya, dalam arti, suatu berita akan menjadi sangat menarik bila peristiwa tersebut mempunyai dampak yang sangat luas bagi para pemirsanya. Dalam kasus ini, Reportase Investigasi membahas tentang daging sapi sisa yang dirubah menjadi daging segar oleh para penjual. Tentunya hal ini akan membuat masyarakat penasaran, karena kasus ini menyangkut kehidupan sehari-hari mereka. Dimana mereka selalu pergi ke pasar untuk membeli daging-daging tersebut, memasak dan menjadikannya sebagai salah satu hidangan bagi keluarganya. Dengan adanya tayangan ini masyarakat menjadi lebih waspada dan tentunya menjadi ingin tahu bagaimana proses pembuatan daging segar yang berasa dari daging sisa tersebut.

Berita investigatif dibuat dengan cara menggali informasi tertentu dengan lebih mendalam. Cara ini berhubungan dengan teori kritis yang merupakan salah satu dari 4 teori dasar komunikasi massa. Analisis teori kritis yang dikemukakan oleh Gumgum Gumilar, teori yang berkembang pada tahun 30-an di Jerman ini sebenarnya berasal dari “Teori Kritik Masyarakat” yang intinya adalah bermaksud membebaskan masyarakat dari manipulasi ilmuwan modern. Menurutnya, salah satu unsur utama teori kritis adalah keyakinan bahwa di balik selubung objektivitas sains terdapat suatu kepentingan kekuasaan. Kepentingan ini diyakini bersifat ekonomis, kapitalis, dan dehumanis. Karena itu penganut teori kritis ingin membuat semacam pencerahan dengan mengungkap tabir yang menutupi maksud yang tidak manusiawi dari perkembangan sains.

Teori kritis yang dipakai dalam program berita investigatif seperti Reportase Investigasi ini digunakan untuk membongkar suatu permasalahan yang terjadi dalam lingkungan sosial. Dalam penerapannya Reportase Investigasi mengajak pemirsanya untuk berpikir kritis atas segala hal yang terjadi dalam kehidupannya. Pada contoh kasus daging sisa yang dirubah menjadi daging segar, program Reportase Investigasi memberikan informasi kepada pemirsa bahwa ada fenomena yang bisa digolongkan dalam peristiwa kriminal yang terjadi di pasar. Hal ini tentunya memberikan dampak yang sangat besar, terutama bagi kaum ibu yang sering kali belanja di pasar. Namun tidak hanya sampai di penyebaran informasi tentang adanya ‘daging segar palsu’, Reportase Investigasi juga membongkar bagaimana hal itu bisa terjadi, dan bagaimana prosesnya. Serta biasanya, dalam setiap kasus yang ditayangkan, program berita investigatif memberikan solusi kepada pemirsa. Misalnya dalam kasus ini, program Reportase Investigasi memberikan informasi mengenai bagaimana cara membedakan daging segar asli atau daging segar yang berasal dari daging sisa. Hal itu tentunya memberikan keuntungan bagi para pemirsanya.

Dalam pengemasannya, program berita model investigatif dalam hal pengambilan data biasa dibuat dengan teknik observasi partisipan. Jurnalis yang seringkali berlaku sebagai peneliti dalam hal ini ikut terjun langsung dalam membongkar suatu fenomena yang sedang terjadi, dengan berbekal kamera dan microphone (bila kita lihat dalam suatu program investigasi, kadang ada tertulis di layar “gambar diambil melalui kamera tersembunyi”) para jurnalis dapat melakukan tugasnya dengan lancar. Program berita investigatif juga dikemas dengan format yang cenderung dramatis, untuk membuat acara tersebut lebih menarik dan tidak membosankan .

Kesimpulan

Banyaknya stasiun televisi swasta yang bermunculan di Indonesia memberikan kebebasan bagi pemirsa dalam memilih program apa dan di stasiun mana yang ingin mereka saksikan. Hal ini menimbulkan persaingan antara masing-masing stasiun televisi dalam menjaga kestabilan eksistensinya. Berita investigatif merupakan pusat informasi yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pemirsa televisi. Disinilah para pekerja televisi dituntut untuk bisa menyajikan suatu program berita yang dikemas semenarik mungkin untuk menarik perhatian masyarakat. Perbedaan berita investigatif dengan berita lain adalah proses pengupasan berita yang dilakukan secara lebih mendalam, sehingga masyarakat bisa mengetahui suatu fenomena dampai pada akarnya. Dalam menganalisis program berita investigatif saya menggunakan teori kritis, dimana bila disimpulkan secara sederhana teori ini digunakan untuk mengubah, membongkar tatanan sosial atau permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, dengan berbekal suatu pemikiran bahwa dunia yang terlihat tidak hanya melalui pengamatan inderawi namun juga ada sesuatu di baliknya yang harus digali. Program investigasi, mengajarkan pada masyarakat untuk berpikir lebih kritis. Namun program ini tidak hanya sebatas menyampaikan fenomena aktual, tapi juga membahas mengenai prosesnya dan bagaimana solusinya.

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on March 31, 2013 in College

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 

The Lady and Her Monkey

The Lady and Her Monkey

formasjuitan

bertutur lewat bait-bait kata dan tarian makna...

Dedea Andasari

The Lady and Her Monkey

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: