RSS

Kedigdayaan Media, Di Balik “American Idiot”

Kedigdayaan Media, Di Balik “American Idiot”

“Don’t wanna be an American idiot.
Don’t want a nation under the new media
And can you hear the sound of hysteria?
The subliminal mind f*ck America.”

Siapa yang tidak mengenal potongan lirik lagu tersebut? Terutama untuk generasi yang lahir pada tahun 90an ke atas, mungkin sudah sangat akrab dengan salah satu lagu yang sempat menjadi fenomenal itu. American Idiot, salah satu lagu andalan dalam album yang berjudul sama dengan lagu tersebut dari band Green Day asal California, beraliran Punk Rock.

Profile Singkat Band

Green Day adalah sebuah grup band dari California, yang lahir pada tahun 1987 digawangi oleh Billie Joe Armstrong sebagai penyanyi utama dan gitaris, Mike Dirnt sebagai penyanyi pendukung dan basis, dan Tré Cool sebagai pemain drum dan penyanyi pendukung yang menggantikan John Kiffmeyer. Green Day sangat diakui di dunia musik karena keberhasilannya dalam mengembalikan dan membuat genre punk rock terkenal kembali, seiring dengan grup musik tahun 1990-an seperti The Offspring dan Rancid.

Pada tahun 1990, bersama dengan drummer pertama mereka, John Kiffmeyer, Green Day merekam album pertama mereka, 39/smooth. Namun pada tahun yang sama, Tre Cool menggantikan posisi sang drummer yang keluar karena ingin melanjutkan kuliah. Tre Cool kemudian mulai berkontribusi pada album kedua Green Day, Kerplunk, dan telah menjadi anggota tetap sejak saat itu. Album terobosan Green Day, Dookie, yang dirilis pada tahun 1994 berhasil mendapatkan status diamond dari RIAA dan membawa Green Day ke puncak karier mereka. Namun, berbeda dengan Dookie, tiga album Green Day berikutnya, berturut-turut gagal mendapatkan kesuksesan yang sama. Meski Insomniac dan Nimrod berhasil mendapatkan status platinum dan Warning mendapatkan status emas, namun ketiga album tersebut justru memperlihatkan secara keseluruhan penurunan drastis yang dialami mereka. Ketika American Idiot muncul pada tahun 2004, adalah album rock opera yang mengembalikan popularitas mereka. Album kedelapan mereka, 21st Century Breakdown yang dirilis pada 2009 pun berhasil mendapatkan kinerja chart terbaik sepanjang karier Green Day.

Selama perjalanan kariernya, grup band ini telah meng-influence banyak kelompok musik lain yang juga beraliran punk seperti Blink 182 dan Good Charlotte. Grup band Green Day telah memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk MTV Video Music Awards, Nickelodeon Kids’ Choice Awards serta tiga kali memenangkan Grammy Awards, yang meliputi kategori Best Alternative Album lewat album Dookie (1994), Best Rock Album untuk album American Idiot (2004) dan Record of the Year untuk album Boulevard of Broken Dreams. Green Day telah menjual lebih dari 50 juta album di Amerika Serikat dan lebih dari 100 juta album di seluruh dunia. Mereka akan merilis album baru untuk meneruskan kesuksesan album American Idiot pada tahun 2004 silam. Dengan 45 materi album baru, Green Day berharap album baru yang kemungkinan akan rilis tahun ini akan kembali meledak di pasaran.

Analisa lirik lagu

Kali ini saya akan mencoba menganalisis lagu American Idiot dan mengaitkannya dengan kedigdayaan media dalam mempengaruhi masyarakat. Berikut adalah lirik lagu American Idiot..

Don’t wanna be an American idiot.
Don’t want a nation under the new media

And can you hear the sound of hysteria?
The subliminal mind f*ck America.

Pada bait ini Green Day mengingatkan pendengarnya untuk tidak menjadi orang Amerika idiot, yang mau hidup di negara yang dikontrol media baru. Saya rasa media baru di sini bukan berarti internet, namun lebih mengarah kepada berita-berita atau informasi baru yang disampaikan oleh media apapun. Mereka juga mengungkapkan bahwa kebanyakan orang menelan mentah-mentah apa yang ia terima dari media, dan kemudian munculah tanggapan-tanggapan atau dukungan atas apa yang telah diberitakan media dan beberapa diantaranya bersikap berlebihan atau histeris. Tanpa sadar, media telah mencuci otak masyarakat Amerika dengan memberitakan dan mengklaim sesuatu yang belum jelas kebenarannya.

 

Welcome to a new kind of tension.
All across the alien nation.
Where everything isn’t meant to be okay.
Television dreams of tomorrow.
We’re not the ones who’re meant to follow.
For that’s enough to argue.

Pada bagian reff, merupakan sebuah kesimpulan akibat yang akan terjadi bila media berhasil menggiring opini sebagian besar masyarakat, dan akan menimbulkan tensi jenis baru, dimana akan timbul dukungan yang membabi buta dari masyarakat terhadap satu opini yang disiarkan oleh media tanpa peduli opini tersebut benar atau salah. Bagi para konsumen media awam, bila ada satu opini yang muncul secara bersamaan terus-menerus, maka masyarakat akan mempercainya dan ikut memberikan opini yang sama. Bahkan opini tersebut bisa menjadi fakta. Saat itulah akan muncul sebuah negara yang terasa asing bagi bangsanya sendiri (the alien nation). Masyarakat dipaksa untuk tunduk pada media, meskipun hal itu tidak benar dan bisa berpengaruh pada lingkungan mereka. TV merupakan sarana yang paling sering dipakai oleh media-media tertentu dalam menggiring opini masyarakat dikarenakan banyaknya masyarakat yang menonton televisi setiap harinya. Amerika Serikat tercatat sebagai negara nomor satu yang mempunyai penduduk terbanyak menghabiskan waktu terlama di depan televisi setiap harinya. Melalui televisi, media menggiring opini masyarakat pada masa depan yang baik seturut dengan versi mereka. Namun Green Day di sini menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadi pengikut media dan opini mereka tidak akan berubah (we’re not the ones who’re meant to follow, for that’s enough to argue)

 

Well maybe I’m the faggot America.
I’m not a part of a redneck agenda.
Now everybody do the propaganda.
And sing along to the age of paranoia.

Faggot adalah sebuah kata slang bagi orang Amerika yang berarti penyuka sejenis atau homoseksual, hal ini berhubungan dengan gossip yang beredar bahwa penyanyi utama band Green Day, adalah seorang homoseksual. Namun disini, ia menegaskan, walaupun ia mendapatkan komentar yang tidak baik dari masyarakat, tapi setidaknya ia tetap pada prinsipnya yang tidak mendukung agenda dan kebijakan kelompok redneck, istilah bagi kelompok selatan AS yang dianggap identik dengan gaya hidup konservatif dan rasis. Ketika seseorang sudah mempercayai suatu kabar, maka ia akan menjadi ‘agen’ media untuk menyebarkan kabar tersebut dan membuat orang lain percaya. Pemberitaan subjektif dari mulut ke mulut tanpa peduli benar atau salah, hal itu menimbulkan adanya propaganda. Dan masyarakat yang larut di dalamnya suatu saat akan mengalami ketakutan atau paranoid atas  kaum tertentu, negara tertentu, dimana mereka tidak bisa lagi berpikir kritis.

 

Welcome to a new kind of tension.
All across the alien nation.
Where everything isn’t meant to be okay.
Television dreams of tomorrow.
We’re not the ones who’re meant to follow.
For that’s enough to argue.

(Maknanya sama dengan lirik yang serupa)

 

Don’t want to be an American idiot.
One nation controlled by the media.
Information age of hysteria.
It’s calling out to idiot America.

Lirik ini mempunyai makna yang kurang lebih sama pada bait pertama, namun di sini kembali ditegaskan bahwa rakyat AS tidak boleh menelan semua berita atau informasi yang disampaikan media mentah-mentah, sehingga mereka tidak dapat dibodoh-bodohi oleh media. Karena hal yang seperti itu hanya dilakukan oleh orang-orang ‘idiot’ yang sudah diperdaya oleh media.

 

Amerika Serikat mempunyai 2 partai politik utama, yaitu Partai Republikan yang konservatif & Partai Demokrat yang berhaluan modern liberal. Redneck pada lagu ini berhubungan dengan karakteristik kaum redneck yang dianggap konservatif. Secara kasar lagu ini mungkin bisa dianggap sebagai protes bagi Partai Republikan dan para partisipannya yang mau-mau saja mendukung segala kebijakan dari partai tersebut. Kebetulan, lagu ini dirilis pada saat kubu dari Partai Republikan sedang menguasai panggung politik AS dengan George W. Bush sebagai pentolannya, berhasil dipilih kembali pada pemilu presiden 2004.

Jadi sebenarnya, inti dari lagu ini adalah pemberontakan mereka (Green Day) selaku warga negara Amerika terhadap aksi para pemerintah yang memanfaatkan media untuk melakukan propaganda dan menjadikan negara mereka sendiri terasa asing bagi bangsanya. Di lagu ini jelas terlihat bahwa media sangat berdigdaya dan dapat mempengaruhi sebagian besar masyarakat Amerika.

Sumber :

http://www.azlyrics.com/lyrics/greenday/americanidiot.html

kolom-biografi.blogspot.com › Biodata

id.wikipedia.org/wiki/Green_Day

 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2013 in College

 

Tags: , , , ,

CCI adalah singkatan dari *some text is missing*

CCI adalah singkatan dari *some text is missing*

CCI atau yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu Lihat Lihat Saya.. Coba gunakan imajinasimu untuk mengerti bagaimana asal muasal 3 huruf yang sering disebut dalam bahasa inggris tersebut menjadi 3 kata dari bahasa Indonesia yang membentuk suatu kalimat tak bermakna. Ya, coba dipikirkan ya. kalau tidak mau, jadi tidak usah.

CCI beranggotakan 7 manusia super yang awalnya hanya ingin berkenalan dan bertukar cerita melalui dunia maya, namun karena mereka menyadari adanya ikatan batin antara satu dengan yang lain dan dengan didorong oleh keinginan luhur, maka jadilah CCI yang sekarang ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas tapi boong..

Jadi begini ceritanya..

Alkisah, pada suatu hari seorang teman saya bernama Eni mengenalkan saya kepada seseorang bernama Ryad. Dia berkata “gue sama Ayya (temannya yang saya kenal juga) dapet kenalan baru namanya Ryad dari friendster (ceritanya sensor, tapi gak juga sih). kayaknya orangnya lucu. Ngajakin ketemuan besok. mau ikut gak? sama ayya juga. yuk yuk” rayunya dengan gaya anak gaul di masa itu. Tadinya saya ingin menolak, namun setelah diiming-imingi ongkos mikrolet pulang-pergi akhirnya saya terima. Keesokan harinya berangkatlah kami ke tempat yang dituju dan bertemu dengan Ryad. Tak disangka tak dinyana, Ayya sudah sampai duluan di tempat itu, dan ternyata Ryad membawa seorang teman, yang ternyata lagi itu bukan teman melainkan sepupunya, yang juga ternyata dari Bandung, yang ternyata lagi bernama Aji.. *napas*

Kami bertemu di sebuah rumah makan fastfood di dalam Mall yang sebenarnya tidak cocok disebut Mall tapi tidak papa karena kasihan. Sejak pertama bertemu, entah kenapa tidak ada rasa canggung sedikit pun. Kami justru sangat kompak, seperti kawan lama yang baru bertemu setelah terpisah sekitar tiga menitan. Ya, kami kompak. terutama pada saat ngecengin pengunjung lain.

Setelah pulang dari sana, hubungan kami semakin intens meskipun hanya lewat telepon genggam. Sayangnya, kami sempat tidak berhubungan lagi selama satu tahun, masing-masing sibuk dengan urusan pribadinya. Sampai tibalah pada saat salah seorang dari kami -saya lupa siapa- mengajak bertemu kembali. Saat itu, singkat cerita, Eni dan Ayya mengajak teman kampus mereka -mereka berdua satu kampus- yaitu Dwi dan Banyu. Begitupun dengan Ryad, dia mengajak tetangganya, Febri dan Deby. “oalah.. Mereka ini niat sekali”, gumam saya. Sedangkan saya hanya membawa diri saja sudah berat, apalagi membawa orang lain. Dengan adanya penambahan personil, total kami secara keseluruhan adalah 9 orang. Ketika kami bertemu, hal yang sama terulang kembali. Entah mengapa tidak ada rasa canggung sedikit pun. Kami bebas tertawa dan mengekspresikan diri kami masing-masing. Oh ya, masalah Aji, dia sempat memilih untuk vakum berkumpul bersama kami, bukan karena ia harus cleaner, melainkan karena ia harus pulang ke Bandung.

Beberapa bulan berikutnya, kami mengadakan pertemuan lagi. Kali ini Aji bisa ikut karena dia sudah pindah ke Jakarta. Hal itu tentu saja membuat kami merasa senang karena bisa berkumpul kembali. Tapi sayangnya, Dwi dan Banyu mengalami masalah rumah tangga. Sehingga mereka memutuskan untuk menghilang perlahan. Tapi tidak apa, kami ber 7 masih kompak dan membentuk grup nyanyi dengan single pertama kami yang berjudul “no body no body but you”. tapi itu pun tidak jadi karena Ryad, Febri dan Aji kelihatan aneh jika harus bergoyang-goyang seksi dengan badan dan wajahnya yang maskulin.

Semenjak ditinggal Dwi dan Banyu, kami masih sering bertamasya. Kami pergi ke Mall untuk menonton film bioskop -yang dengan anehnya tidak ada satupun dari kami yang mengerti jalan cerita film tersebut, karena saat film diputar kami sibuk membuat plesetannya dan tertawa cekikikan membuat keributan-, foto box berulang kali, menggoda mbak-mbak yang terjebak sendirian bersama kami dalam angkot, menggoda penjual-penjual di pinggir jalan, jalan-jalan ke kebun binatang Ragunan, jalan-jalan ke Ancol, jalan-jalan ke liling rumah Eni. Ya, memang seperti itulah kegiatan kami, setiap pertemuan kami isi hanya dengan tertawa dan berceloteh yang mungkin menurut orang lain tidak penting.

Sedangkan nama CCI sendiri adalah suatu singkatan dari kata-kata rahasia yang masih menjadi misteri. Banyak teman saya yang menanyakan apa itu CCI? dan di sini, hari ini, saya akan mengungkapkan bahwa sebenarnya CCI merupakan singkatan dari Ca*some text is missing*

Image

@Ragunan, 2009

blog CCI : http://lihatlihatsaya.blogspot.com

 
Leave a comment

Posted by on March 31, 2013 in CCI

 

Cerita yang apa itu namanya

Cerita yang apa itu namanya

Image

Gak berasa udah 3 tahun yang lalu saya bikin cerita ini, kangen bikin cerita kayak begini lagi, cerita ngaco yang menunjukan betapa kreatif-versi ngaco-nya otak saya pada waktu itu. Setiap buka note di facebook, jadi kangen ‘beginian’ (pake tanda kutip ah biar kesannya ambigu), setiap liat yang ‘beginian’ kangen sama CCI. ya intinya saya kangen CCI dan segala ide-ide konyolnya yang menentramkan hati di kala sedang gundah gulana sih..

iya.. seperti itu..

terimakasi..

terimakasih kembali..

 
Leave a comment

Posted by on March 31, 2013 in CCI

 

Belajar Masak Ayam Goreng Mentega

I really love to spend my time learning how to cook belakangan ini. Saya suka mencoba berbagai resep masakan that I found on internet or from abang-abang tukang jualan di pasar.

So this time, I’m gonna show you how to cook Ayam Goreng Mentega (Butter Fried Chicken or fried chicken with butter sauce? idk). Ready.. Steady.. Go!

Bahannya :

1 ekor ayam, potong 14 atau 16 juga bisa

1 buah air perasan jeruk nipis

1 sdm kecap inggris

garam dan merica secukupnya

1 buah bawang bombay

4 siung bawang putih, tumbuk kasar

1 ruas jari jahe, tumbuk kasar

3 sdm mentega

2 sdm kecap manis

3 buah jeruk limau, peras

minyak goreng

P_20160207_124642.jpg

penampakan ayamnya

P_20160207_124713.jpg

penampakan jeruk, bawang, dan jahe

P_20160207_132426.jpg

bawang dan jahe ditumbuk kasar, bawang bombay diiris memanjang

 

Caranya :

  • Campur ayam dengan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis. Aduk rata
  • Tuangkan kecap inggris, garam dan merica. Aduk lagi hingga rata, lalu diamkan sejenak.
P_20160207_125749.jpg

Ayam yang dimarinate

  • Sambil menunggu ayam yang dimarinate (perendaman daging dalam cairan yang sudah dibumbui sebelum dimasak. Saya juga baru tahu istilah ini. hihi), panaskan minyak dengan api kecil, lalu masukkan bawang putih sambil dioseng-oseng.
  • Bila bawang putih sudah matang (bukan gosong ya. Karena itu apinya harus kecil, karena bawang putih ternyata gampang gosong), masukkan bawang bombay dan jahe.
  • Kalau warnanya sudah agak berubah, masukkan ayam yang dimarinate tadi. Aduk hingga merata, lalu diamkan hingga ayam mengering.

    P_20160207_134256.jpg

    kira-kira ayam mengering seperti ini

  • Jika ayam sudah mengering kulitnya, masukkan mentega. Aduk-aduk hingga mentega mencair. Setelah itu, masukkan kecap manis dan perasi dengan jeruk limau. Aduk lagi hingga rata. Tunggu hingga mengering (matang).
  • Ayam goreng menteganya sudah siap!!
P_20160207_152426.jpg

penampakan akhirnya

Ayam goreng mentega saya memang agak kering ya. Karena waktu itu terlalu lama masak ayamnya mungkin, jadi kering duluan. Namanya juga belajar ya. Tapi yang penting, saya berterimakasih kepada tante cantik yang ada di youtube (lupa nama channelnya apa) yang memberikan saya resep ini, karena ASLI, RASANYA ENAK BANGEEETT! bumbunya berasa banget. Pas gitu kayaknya! Berarti saya beruntung menemukan resep ayam goreng mentega yang super enak. Makasih tante cantik..

Cara masaknya gampang banget loh. Buat kalian yang lagi belajar masak juga, resep ini rekomen buat dicoba! Toodles :*

 
Leave a comment

Posted by on February 15, 2016 in Food and Drink

 

Tags: , , , , , , , ,

My Very First Eggs Benedict

Seperti para sarjana baru pada umumnya, kegiatan saya hanya mencoba melamar pekerjaan sana-sini, belajar apa yang bisa saya pelajari di rumah dan hibernasi memanfaatkan waktu untuk beristirahat selagi masih bisa.

Tapi sebenarnya, saya bukan tipe orang yang senang berdiam diri di rumah. Maka untuk mengisi waktu kosong yang kebanyakan ini, beberapa minggu yang lalu saya mencoba resep makanan yang saya dapatkan dari internet.

Namanya Eggs Benedict, adalah makanan yang biasa disantap orang Amerika saat brunch atau sarapan. Berikut penampakannya.

P_20160104_114213_1.jpg

even its the first time, but taste so yummy! ain’t I lucky?

enak enak enaaaakk.. apalagi waktu poached eggnya meleleh di mulut. Aduuuuh! Buat para fans telur setengah matang, pasti suka deh makanan ini! Buat yang mau nyoba, ini saya kasih resepnya. (Biasakan baca dulu cara buatnya sampai selesai ya, biar gak salah)

 

Egg Benedict :

4 butir telur ayam

4 buah roti burger (seharusnya english muffin, tp krn gak nemu jadi pake yg ada aja)

4 daging canadian bacon (saya pake daging sapi asap, padahal bacon pasti lbh enak)

1 sdm garam

1 sdm butter

1 sdm cuka

Hollandaise Sauce :

2 kuning telur ayam (pisahkan dari putihnya)

1 sdm air perasan lemon

100 gram unsalted butter (lelehkan dan biarkan sampai tidak panas lagi)

2 sdm air

merica dan garam secukupnya

resep aslinya pakai daun parsley, saya gak pake soalnya gak ketemu juga hihi..

 

Cara buatnya :

Hollandaise Sauce :

Dalam membuat Eggs Benedict, Hollandaise sauce adalah keharusan dan dibuat paling pertama.

  • Rebus air hingga mendidih. Kocok kuning telur dalam wadah, kemudian taruh di atas air mendidih (caranya ditim, seperti melelehkan coklat. Pastikan air rebusan tidak mengenai wadah yang berisi telur).
  • Sambil terus diaduk dengan whisk, campurkan butter sedikit demi sedikit ke dalam wadah yang berisi kuning telur. Angkat wadah.
  • Aduk terus hingga mengental, kemudian tuangkan air perasan lemon ke dalam wadah.
  • Tambahkan garam dan merica, dan juga air. Aduk lagi hingga merata.

Eggs Benedict :

Bila Hollandaise Sauce sudah jadi, saatnya membuat Eggs Benedictnya.

  • Buat dulu poached egg atau telur rebus setengah matang (Poached egg adalah telur yang direbus tanpa kulitnya. Kayak di tukang indomie itu loh). Didihkan air, masukan garam dan cuka ke dalamnya. Aduk-aduk air seperti pusaran, lalu masukan telur ke dalam panci (pecahkan dulu kulitnya ya). Cuka akan menjaga agar poached egg mu bisa mengumpul dan tidak berantakan. Jadi bentuknya bagus. Boleh setengah matang atau matang (biasanya sih setengah matang). Angkat dan tiriskan
  • Masak daging sapi asap atau baconnya sampai matang.
  • Belah dua roti burgernya, masak hingga garing dan renyah.
  • Susun roti, daging sapi asap/bacon, dan poached eggs secara bertingkat. Kemudian tuangkan Hollandaise Sauce tadi di atasnya. Tambahkan daun parsley
  • Eggs Benedict buatanmu, siap disantap.

 

Gimana? tertantang buat nyoba? kalau kamu lihat wujudnya, mungkin kamu pikir bakal ribet ngebuatnya. Tapi ternyata gampang kok, readers! Oiya, saya ingetin lagi.. waktu bikin Hollandaise Sauce, butternya jangan terlalu panas ya. Jangan juga batas air mendidihnya terlalu dekat sama wadah. Karena nanti Hollandaise Sauce mu malah bisa jadi semacam telur orak-arik gagal. ;p

Oke, segitu dulu resepnya ya. Maaf gak ada gambar pendukung waktu proses pembuatannya. Kalau emang bingung, kalian bisa lihat di youtube. Banyak kok video cara membuatnya disitu. Toodles!

 
Leave a comment

Posted by on February 12, 2016 in Food and Drink

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Hobi Lama Bersemi Kembali

Hi, readers. I’m back!

Akhirnya saya ngepost di blog ini lagi setelah menghilang sekitar-berdasarkan waktu postingan terakhir-tiga tahun, it’s been a long time ya.

Setelah mencoba mengingat alamat email apa yang saya pakai untuk blog ini, sempat gak yakin sama passwordnya. Tapi ternyata seorang saya berhasil memasukkan email dan password yang benar hanya dengan sekali percobaan. (if you knew me pretty well, u’ll be surprise as I am).

Sekedar basa-basi di awal kemunculan kembali, saya mau pamer hasil hobi lama saya yang bersemi kembali. Menggambar. Yes! Sebenarnya saya hobi menggambar sejak kecil entah berapa tahun yang lalu. Yang jelas, waktu masih duduk di bangku SMP saya sering menggambar karakter-karakter yang ada di game “HARVEST MOON” favorit saya. Seiring bertambahnya rasa malas kesibukan, saya jadi gak punya waktu lagi buat menggambar (to be honest, saya bosenan). Nah beberapa waktu yang lalu, saya iseng liat gambar orang-orang di instagram. Jadilah kepancing lagi hobi lama saya. Tapi berbeda dengan sebelumnya, kali ini ceritanya saya mencoba belajar menggambar realis.

This is the result..

P_20160201_222507.jpg

fokus ke gambar mata dan tangan aja

Gambar realis pertama saya, asli, gak ada edit-editan., foto pake hp pribadi.

Yang saya maksud (berupaya) gambar realis itu yang tangan sama matanya aja ya, hiraukan coretan yang lain.

Sekian pamer gambar yang gak seberapa dari saya. gak jelek-jelek banget kan ya(hibur dikit, please)? Terimakasih

 
Leave a comment

Posted by on February 1, 2016 in Random

 

Tags: , , ,

Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Dunia Maya

toko online penipu

Kemajuan teknologi seharusnya mampu memberikan harapan-harapan baru bagi peradaban dunia. Kali ini saya akan membahas tentang perkembangan teknologi Internet dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial. Lahirnya internet dan dunia maya sebagai dunia tanpa batas memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk menggunakannya sesuai dengan keinginan mereka. Internet memberikan kebebasan komunikasi tanpa mengenal jarak, tanpa mengenal ruang dan waktu, dan dapat diakses oleh siapapun. Internet mewujudkan ramalan terkenal dari McLuhan mengenai “Global Village” atau desa global, dimana dunia seakan menciut seperti desa, dan keterlibatan orang-orang dalam kehidupan orang lain menjadi semakin tinggi. Orang akan semakin banyak tahu mengenai kehidupan orang lain yang pada awalnya terpisah oleh jarak, dan orang-orang tersebut akan membentuk sebuah hubungan baru yang saling menguntungkan. Awalnya, internet dipakai pada umumnya hanya untuk mengirim pesan lewat Email (Electronic Mail atau Surat Elektronik). Dengan akun email ini, pengguna internet dapat berkomunikasi dengan orang lain di belahan bumi manapun. Keuntungannya dibandingkan telepon, melalui email, komunikasi jarak jauh secara online dapat berlangsung tanpa harus membayar biaya komunikasi jarak jauh. Yang dibutuhkan hanya sebuah akun khusus bagi masing-masing pengguna email yang berfungsi seperti halnya nomor telepon. Selain menulis pesan teks, email juga dapat mengirim pesan berupa audio dan gambar. Ada juga IM (Instant Messaging atau Pesan Instan), yaitu proses pengiriman pesan yang mirip dengan email tapi lebih cepat prosesnya, memungkinkan dua orang atau lebih untuk berkomunikasi secara instan dan dengan respons cepat satu dengan yang lain (mungkin orang-orang lebih mengenal dengan istilah chatting). Kemudian tidak hanya untuk berkomunikasi, internet juga dimanfaatkan guna mencari informasi. Adalah World Wide Web (WWW) atau yang biasa disebut Web, salah satu cara untuk mengakses file informasi pada internet. Dalam dunia internet kita mengenal kata Web Browser, contohnya adalah Internet Explorer, Firefox, Chrome, Opera, Safari, dll. Ada juga yang disebut dengan Search Engine yang artinya adalah mesin pencari, seperti Google, Yahoo, Bing, dll. Akhir-akhir ini orang menggunakan internet dengan tujuan yang makin bervariasi. Kemunculan Blog dan Jejaring Sosial (Social Networking) seperti Facebook, Twitter,dan Youtube, membuat para pengguna internet semakin betah berselancar di dunia maya. Sesuai dengan teori Determinisme Teknologi yang dicetuskan oleh Marshall McLuhan, dimana setiap kejadian atau perilaku manusia dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh internet memberikan pengaruh yang bervariasi pula bagi para penggunanya. Ada yang rela menghabiskan waktunya hanya untuk duduk seharian menatap monitor komputernya di rumah (entah karena terlalu asik mencari berbagai informasi, mencari konten-konten yang disenanginya, atau sekedar main game online), ada yang menjadi antisosial di dunia nyata karena terlalu asik dengan komunitasnya di dunia maya, ada pula yang menjadi lebih kreatif. Adanya situs-situs seperti Youtube dan Blog dapat menumbuhkan kreativitas orang ke arah yang positif. Namun sayangnya, berbagai kemudahan ini juga dapat mengarahkan kreativitas ke arah yang negatif. Banyaknya pengguna internet yang ada di Indonesia contohnya, memberikan celah bagi orang-orang untuk membuka usaha online. Kembali ke teori Determinisme Teknologi, kehadiran toko online membuat para pengguna internet lebih memilih cara instan untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Bila dulu orang-orang harus rela keluar rumah untuk membeli sesuatu, menghadapi cuaca yang kadang berubah-ubah, belum lagi bila tidak mempunyai kendaraan pribadi, dan ketika sampai di tempat tujuan ternyata barang yang dicarinya tidak ada, serasa waktu terbuang dengan sia-sia. Tapi coba bayangkan dengan adanya toko online, kita tinggal mencari barang yang kita mau, menghubungi toko yang menjual barang tersebut, ketika mencapai kesepakatan dan melunasi pembayaran (yang biasanya dengan cara ditransfer), kita hanya perlu menunggu di rumah dan melakukan kegiatan lainnya, hanya dalam waktu beberapa hari barang yang kita mau sudah sampai di rumah kita. Bahkan kita bisa membeli barang yang dijual oleh toko online manapun yang jaraknya sangat jauh dari rumah. Memang dalam hal berbelanja melalui toko online yang paling penting adalah kepercayaan. Sayangnya kemajuan teknologi yang seperti ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk sesuatu yang negatif. Banyaknya pengguna internet yang mengandalkan toko online, membuat penipuan semakin menjamur di dunia maya. Pengguna internet lain yang mempunyai “ide kreatif” negatif mencari akal untuk mendapat keuntungan dengan cara yang mudah. Berkedok toko yang menjual berbagai macam peralatan (khususnya elektronik) dengan harga yang sangat miring, toko online palsu tersebut justru hanya ingin menipu pembeli dengan mengambil uang yang telah ditransfer ke dalam rekeningnya, sedangkan barang yang dijanjikan sebenarnya tidak ada.

Sekedar saran bila ingin menggunakan jasa toko online:

Pertama, telitilah terlebih dahulu toko online yang akan kita hubungi, kenali identitas pemilik toko online atau sebaiknya alamat toko online tersebut sudah diverifikasi.

Kedua, jangan mudah tertipu dengan harga murah yang ditawarkan. Inti dari berdagang adalah mencari keuntungan, pertimbangkan harga barang yang terlalu murah.

Ketiga, bila penjual terus mendesak dengan pertanyaan apa saja dan berapa jumlah barang yang ingin dibeli, sebaiknya transaksi dibatalkan.

Keempat, bila memungkinkan, minta orang yang dikenal untuk memeriksa apakah benar ada toko dengan nama xxx di lokasi tersebut (misalnya pemilik toko bilang lokasinya di batam, dan anda mempunyai saudara yang tinggal di batam).

Kelima, cari tahu testimoni orang-orang mengenai toko tersebut melalui search engine (Google misalnya). Hal ini membantu kita dalam menemukan apakah benar toko tersebut palsu atau tidak, karena biasanya para korban toko online palsu sering membagikan pengalamannya agar tidak ada korban selanjutnya.

Keenam, ada banyak daftar nama toko online palsu di internet. Periksa terlebih dahulu, jangan sampai toko online yang ingin anda hubungi adalah salah satunya.

Ketujuh, bila termasuk dalam opsi, pilih metode pembayaran COD (Cash On Delivery). Dimana pembayaran dapat dilakukan pada saat penjual bertemu langsung dengan pembeli.

Saran-saran tersebut berdasarkan pengalaman pribadi saya yang hampir menjadi korban salah satu toko online. Hehe..

Kesimpulannya. perkembangan teknologi memang dapat merubah pola pikir dan tingkah laku manusia. Ada yang dapat memanfaatkannya secara positif, ada juga yang memanfaatkannya dengan cara negatif. pada awalnya memang manusialah yang menciptakan teknologi, namun seiring berjalannya waktu, teknologi justru memengaruhi perilaku manusia. Kelahiran internet sejatinya mempermudah orang dalam melakukan proses komunikasi. Namun, efek samping yang ditimbulkan ternyata perkembangan teknologi internet membuat orang ingin mendapatkan segala sesuatunya dengan cara yang instan dan mudah. Tidak hanya prosesnya yang instan, toko online juga menawarkan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan toko-toko biasa. Ironisnya kemudahan yang diberikan atas kemajuan teknologi dan kepercayaan yang sudah ada disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dan mencari keuntungan. Berbekal sebuah akun dan alamat toko online palsu, nomor telepon, gambar berbagai macam barang dagangan dengan iming-iming harga yang sangat murah, toko online palsu dapat menyebarkan penipuan di dunia maya.  Selama masih ada internet, menurut saya fenomena toko online palsu sangat sulit dihentikan.

sumber gambar : http://www.skrol.net

 
1 Comment

Posted by on May 27, 2013 in College

 
 
its nothing

The Lady and Her Monkey

BULETAPIBLOG

The Lady and Her Monkey

All About Us, All About CCI!

The Lady and Her Monkey

Dedea Andasari

The Lady and Her Monkey