RSS

Kedigdayaan Media, Di Balik “American Idiot”

07 Apr
Kedigdayaan Media, Di Balik “American Idiot”

“Don’t wanna be an American idiot.
Don’t want a nation under the new media
And can you hear the sound of hysteria?
The subliminal mind f*ck America.”

Siapa yang tidak mengenal potongan lirik lagu tersebut? Terutama untuk generasi yang lahir pada tahun 90an ke atas, mungkin sudah sangat akrab dengan salah satu lagu yang sempat menjadi fenomenal itu. American Idiot, salah satu lagu andalan dalam album yang berjudul sama dengan lagu tersebut dari band Green Day asal California, beraliran Punk Rock.

Profile Singkat Band

Green Day adalah sebuah grup band dari California, yang lahir pada tahun 1987 digawangi oleh Billie Joe Armstrong sebagai penyanyi utama dan gitaris, Mike Dirnt sebagai penyanyi pendukung dan basis, dan Tré Cool sebagai pemain drum dan penyanyi pendukung yang menggantikan John Kiffmeyer. Green Day sangat diakui di dunia musik karena keberhasilannya dalam mengembalikan dan membuat genre punk rock terkenal kembali, seiring dengan grup musik tahun 1990-an seperti The Offspring dan Rancid.

Pada tahun 1990, bersama dengan drummer pertama mereka, John Kiffmeyer, Green Day merekam album pertama mereka, 39/smooth. Namun pada tahun yang sama, Tre Cool menggantikan posisi sang drummer yang keluar karena ingin melanjutkan kuliah. Tre Cool kemudian mulai berkontribusi pada album kedua Green Day, Kerplunk, dan telah menjadi anggota tetap sejak saat itu. Album terobosan Green Day, Dookie, yang dirilis pada tahun 1994 berhasil mendapatkan status diamond dari RIAA dan membawa Green Day ke puncak karier mereka. Namun, berbeda dengan Dookie, tiga album Green Day berikutnya, berturut-turut gagal mendapatkan kesuksesan yang sama. Meski Insomniac dan Nimrod berhasil mendapatkan status platinum dan Warning mendapatkan status emas, namun ketiga album tersebut justru memperlihatkan secara keseluruhan penurunan drastis yang dialami mereka. Ketika American Idiot muncul pada tahun 2004, adalah album rock opera yang mengembalikan popularitas mereka. Album kedelapan mereka, 21st Century Breakdown yang dirilis pada 2009 pun berhasil mendapatkan kinerja chart terbaik sepanjang karier Green Day.

Selama perjalanan kariernya, grup band ini telah meng-influence banyak kelompok musik lain yang juga beraliran punk seperti Blink 182 dan Good Charlotte. Grup band Green Day telah memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk MTV Video Music Awards, Nickelodeon Kids’ Choice Awards serta tiga kali memenangkan Grammy Awards, yang meliputi kategori Best Alternative Album lewat album Dookie (1994), Best Rock Album untuk album American Idiot (2004) dan Record of the Year untuk album Boulevard of Broken Dreams. Green Day telah menjual lebih dari 50 juta album di Amerika Serikat dan lebih dari 100 juta album di seluruh dunia. Mereka akan merilis album baru untuk meneruskan kesuksesan album American Idiot pada tahun 2004 silam. Dengan 45 materi album baru, Green Day berharap album baru yang kemungkinan akan rilis tahun ini akan kembali meledak di pasaran.

Analisa lirik lagu

Kali ini saya akan mencoba menganalisis lagu American Idiot dan mengaitkannya dengan kedigdayaan media dalam mempengaruhi masyarakat. Berikut adalah lirik lagu American Idiot..

Don’t wanna be an American idiot.
Don’t want a nation under the new media

And can you hear the sound of hysteria?
The subliminal mind f*ck America.

Pada bait ini Green Day mengingatkan pendengarnya untuk tidak menjadi orang Amerika idiot, yang mau hidup di negara yang dikontrol media baru. Saya rasa media baru di sini bukan berarti internet, namun lebih mengarah kepada berita-berita atau informasi baru yang disampaikan oleh media apapun. Mereka juga mengungkapkan bahwa kebanyakan orang menelan mentah-mentah apa yang ia terima dari media, dan kemudian munculah tanggapan-tanggapan atau dukungan atas apa yang telah diberitakan media dan beberapa diantaranya bersikap berlebihan atau histeris. Tanpa sadar, media telah mencuci otak masyarakat Amerika dengan memberitakan dan mengklaim sesuatu yang belum jelas kebenarannya.

 

Welcome to a new kind of tension.
All across the alien nation.
Where everything isn’t meant to be okay.
Television dreams of tomorrow.
We’re not the ones who’re meant to follow.
For that’s enough to argue.

Pada bagian reff, merupakan sebuah kesimpulan akibat yang akan terjadi bila media berhasil menggiring opini sebagian besar masyarakat, dan akan menimbulkan tensi jenis baru, dimana akan timbul dukungan yang membabi buta dari masyarakat terhadap satu opini yang disiarkan oleh media tanpa peduli opini tersebut benar atau salah. Bagi para konsumen media awam, bila ada satu opini yang muncul secara bersamaan terus-menerus, maka masyarakat akan mempercainya dan ikut memberikan opini yang sama. Bahkan opini tersebut bisa menjadi fakta. Saat itulah akan muncul sebuah negara yang terasa asing bagi bangsanya sendiri (the alien nation). Masyarakat dipaksa untuk tunduk pada media, meskipun hal itu tidak benar dan bisa berpengaruh pada lingkungan mereka. TV merupakan sarana yang paling sering dipakai oleh media-media tertentu dalam menggiring opini masyarakat dikarenakan banyaknya masyarakat yang menonton televisi setiap harinya. Amerika Serikat tercatat sebagai negara nomor satu yang mempunyai penduduk terbanyak menghabiskan waktu terlama di depan televisi setiap harinya. Melalui televisi, media menggiring opini masyarakat pada masa depan yang baik seturut dengan versi mereka. Namun Green Day di sini menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadi pengikut media dan opini mereka tidak akan berubah (we’re not the ones who’re meant to follow, for that’s enough to argue)

 

Well maybe I’m the faggot America.
I’m not a part of a redneck agenda.
Now everybody do the propaganda.
And sing along to the age of paranoia.

Faggot adalah sebuah kata slang bagi orang Amerika yang berarti penyuka sejenis atau homoseksual, hal ini berhubungan dengan gossip yang beredar bahwa penyanyi utama band Green Day, adalah seorang homoseksual. Namun disini, ia menegaskan, walaupun ia mendapatkan komentar yang tidak baik dari masyarakat, tapi setidaknya ia tetap pada prinsipnya yang tidak mendukung agenda dan kebijakan kelompok redneck, istilah bagi kelompok selatan AS yang dianggap identik dengan gaya hidup konservatif dan rasis. Ketika seseorang sudah mempercayai suatu kabar, maka ia akan menjadi ‘agen’ media untuk menyebarkan kabar tersebut dan membuat orang lain percaya. Pemberitaan subjektif dari mulut ke mulut tanpa peduli benar atau salah, hal itu menimbulkan adanya propaganda. Dan masyarakat yang larut di dalamnya suatu saat akan mengalami ketakutan atau paranoid atas  kaum tertentu, negara tertentu, dimana mereka tidak bisa lagi berpikir kritis.

 

Welcome to a new kind of tension.
All across the alien nation.
Where everything isn’t meant to be okay.
Television dreams of tomorrow.
We’re not the ones who’re meant to follow.
For that’s enough to argue.

(Maknanya sama dengan lirik yang serupa)

 

Don’t want to be an American idiot.
One nation controlled by the media.
Information age of hysteria.
It’s calling out to idiot America.

Lirik ini mempunyai makna yang kurang lebih sama pada bait pertama, namun di sini kembali ditegaskan bahwa rakyat AS tidak boleh menelan semua berita atau informasi yang disampaikan media mentah-mentah, sehingga mereka tidak dapat dibodoh-bodohi oleh media. Karena hal yang seperti itu hanya dilakukan oleh orang-orang ‘idiot’ yang sudah diperdaya oleh media.

 

Amerika Serikat mempunyai 2 partai politik utama, yaitu Partai Republikan yang konservatif & Partai Demokrat yang berhaluan modern liberal. Redneck pada lagu ini berhubungan dengan karakteristik kaum redneck yang dianggap konservatif. Secara kasar lagu ini mungkin bisa dianggap sebagai protes bagi Partai Republikan dan para partisipannya yang mau-mau saja mendukung segala kebijakan dari partai tersebut. Kebetulan, lagu ini dirilis pada saat kubu dari Partai Republikan sedang menguasai panggung politik AS dengan George W. Bush sebagai pentolannya, berhasil dipilih kembali pada pemilu presiden 2004.

Jadi sebenarnya, inti dari lagu ini adalah pemberontakan mereka (Green Day) selaku warga negara Amerika terhadap aksi para pemerintah yang memanfaatkan media untuk melakukan propaganda dan menjadikan negara mereka sendiri terasa asing bagi bangsanya. Di lagu ini jelas terlihat bahwa media sangat berdigdaya dan dapat mempengaruhi sebagian besar masyarakat Amerika.

Sumber :

http://www.azlyrics.com/lyrics/greenday/americanidiot.html

kolom-biografi.blogspot.com › Biodata

id.wikipedia.org/wiki/Green_Day

 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2013 in College

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
its nothing

The Lady and Her Monkey

BULETAPIBLOG

The Lady and Her Monkey

All About Us, All About CCI!

The Lady and Her Monkey

Dedea Andasari

The Lady and Her Monkey

%d bloggers like this: